Bapak Tambal Ban Kaki Cacat Yang Sangat Menginspirasi - Welcome To Diary Mas Ifan Blog

Bapak Tambal Ban Kaki Cacat Yang Sangat Menginspirasi

Bekerja itu memang merupakan suatu keharusan dalam sebuah kehidupan tanpa bekerja otomatis kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginka...
Bekerja itu memang merupakan suatu keharusan dalam sebuah kehidupan tanpa bekerja otomatis kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, bahkan dalam pepatah jawa berkata "Ora Obah. Ora Mamah" yang mana mengandung arti yang sangat dalam yaitu "Orang yang tidak bekerja maka orang tersebut tentu tidak akan bisa makan."

Pepatah itu lah yang kerap di jadikan pedoman hidup Pak Samardi, tukang tembel Ban di daerah Randubelang, Bangun Harjo Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Meski memiliki keadaan yang tidak memungkinkan bagi dirinya untuk mengangkat sesuatu barang yang berat namun Pak Samardi tetap berusaha untuk tetap bekerja, meski hanya sebagai seorang Tukang Tambal Ban. Kakinya yang lumpuh sebelah sejak lahir tidak pernah membuatnya patah semangat.

Pak Samardi Tukang Tambal Ban ( Foto @facebook )

Mungkin Visi hidup yang sudah menempel di otak Pak Samardi itulah yang menjadikan dirinya selalu yakin jika dirinya tidak bekerja maka dirinya tidak akan bisa makan.

Suatu hari Netizen bernama "Heru Setiawan" dalam facebooknya menceritakan pengalaman pribadinya saat menembel ban di tempat Pak Samardi.

Kala itu ban Heru Setiawan bocor di daerah Randubelang, Bangun Harjo Sewon, Bantul, Yogyakarta Pasar Telo setelah mendorong cukup jauh Heru Setiawan akhirnya menemukan Lapak Tambal Ban Pak Samardi.

Setelah di periksa Ban Motor Netizen bernama Heru Setiawan rupanya Ban dalamnya harus di ganti, dan yang membuat Heru Setiawan Kagum dengan sosok Pak Sumardi adalah harga ban dalam + Jasa pasangnya yang sangat murah yaitu Rp. 35.000,- padahal jika di bandingkan dengan yang lainnya sudah Rp. 40.000,- S.d Rp. 50.000,-. untuk jasa Ganti Ban Dalam + Jasa Pemasangannya.

Pak Samardi Saat Menambal Ban ( Foto @facebook )

Setelah itu Netizen bernama "Heru Setiawan" memberikan uang yang tidak bisa disebutkannya Pak Samardi pun sangat girang dan mendo'akan Heru agar di lancarkan Rejekinya dan di mudahkan segala keinginannya.

Dengan kondisi kaki yang tidak sempurna pada umumnya, Pak Samardi tidak pernah malu bagi Pak Samardi yang penting bekerja kalau tidak berarti saya tidak akan makan, karena tidak akan ada yang memberi saya uang secara cuma - cuma.

"Urusan Rejeki sudah jelas dan sudah Di Atur dari sononya, makanya yang penting bekerja aja udah, meski hanya menunggu orang - orang yang mengalami musibah ban nya bocor, tapi ini merupakan pekerjaan yang saya senangi karena setidaknya dapat berguna bagi orang lain. karena hidup itu tidak hanya untuk hidup tapi juga harus berguna untuk orang lain" Ucap Pak Samardi Saat di temui Masifan.com Di Lapak Tambal Ban-nya.

Pak Samardi pun mengaku sangat senang dengan profesinya dan setiap hari rejeki yang didapatkannya selalu disyukuri.

KLIK DISINI UNTUK KOMENTAR Disqus