Belajar Bersyukur Dari Kampung Difabel Di Ponorogo - Welcome To Mas Ifan Blog

Belajar Bersyukur Dari Kampung Difabel Di Ponorogo

Berwisata tidak harus melulu ke pantai, pegunungan, candi atau gua - gua bersejarah yang mana tempatnya memang sangat Indah. Akan tetapi ter...
Berwisata tidak harus melulu ke pantai, pegunungan, candi atau gua - gua bersejarah yang mana tempatnya memang sangat Indah. Akan tetapi terkadang kita harus mengunjungi tempat - tempat yang bisa menjadikan hati ini selalu penuh dengan rasa syukur. Berwisata ditempat seperti ini maka saya yakin akan menumbuhkan rasa tenang dalam hati dan juga nikmat yang belum pernah Anda dapatkan sebelumnya.

Pernahkah sobat Diary Mas Ifan mendengar mengenai sebuah Kampung Idiot di Ponorogo ?, ( Sekarang kita menyebutkan Difabel saja ya karena kata - kata Idiot itu saya rasa kurang begitu pantas ). Kampung Difabel (Idiot) ini berada di Desa Sidoharjo, Karangpatihan, Ponorogo, Jawa Timur, Kampung Difabel ini memang sangatlah terkenal bahkan tidak hanya terkenal di dalam negeri saja melainkan juga sudah cukup terkenal di dunia Internasional. Bahkan media - media asing sempat juga menyoroti mengenai ketidakberuntungan para warga desa ini.

Kampung Difabel Di Ponorogo, Jawa Timur ( Foto @theblaze.com )

Nyaris Keterbelakangan Mental Tidak Pandang USIA ?
Kondisi miris ini akan kalian temu di desa Kabupaten Ponorogo, Jawa Tengah, disana tidak hanya orang - orang yang sudah berumur saja akan tetapi juga banyak anak - anak dan juga para remaja yang mengalami keterbelakangan mental dan fisik. terhitung nyaris 400 difabel masih dan tetap bertahan di desa ini.

Dengan banyaknya penduduk difabel di desa ini, berarti nyaris setiap keluarga yang tinggal di desa ini memiliki satu atau dua anggota keluarga yang mengalami keterbelakangan menta. Tentu saja angka tersebut merupakan angka yang cukup besar. Coba kita bayangkan bagaimana perasaan sedih yang dirasakan oleh para warga desa ini. Dengan ketidakmampuan ini lantas memaksa mereka untuk hidup dalam sebuah kurungan, pasungan dan hingga kaki yang dirantai ?


Banyak Penyebabnya Bisa Jadi Seperti Ini ?
Yang menyebabkan banyaknya difabel di kampung ini adalah seperti adanya pernikahan sedarah yang dilakukan, kekurangan gizi dan juga kekurangan yodium menjadikan mereka dalam kategori seorang anak yang kurang mendapatkan keberuntungan.

Mirisnya kondisi yang begitu memprihatinkan ini rupanya sudah ada pada tahun 60-an. Dimana anak - anak yang terlahir pada jaman tersebut rata - rata terlahir sudah membawa kekurangan masing - masing baik itu secara fisik maupun mental.

Hal ini diduga juga adanya hama tikus yang juga menjadi salah satu penyebab besar. Akan tetapi, kemiskinan juga terus sana menggerogoti para warga desa dan ini diyakini juga merupakan sebuah masalah besar mengapa para anak yang terlahir, terlahir dengan kondisi yang tidak beruntung. Kekurangan yodium dan gizi nyaris menjadikan seperempat dari warga desa terlahir kurang beruntung.


Tidak Mudah Mendapatkan Rejeki
Rata - rata para kelurga yang tinggal di desa ini bertempat tinggal di sekitar area lereng pegunungan kapur yang bisa dibilang cukup kering, Hal ini tentu saja membuat masyarakat di sini akan sulit untuk bercocok tanam. Pendapatan yang bisa didapatkan pun juga tidaklah banyak. Akibatnya memang sudah jelas, makanan yang ada di desa ini menjadi sebuah hal yang begitu berharga yang mana bisa dibilang sulit untuk bisa mendapatkannya. Kebanyakan dari warga di desa ini hanya mengkonsumsi nasi tiwul yang merupakan makanan yang berasal dari Nasi dan Singkong. Generasi baru di desa ini pun bisa dibilang cukup sulit terlahir dengan menghindari kecacatan.


Di Atas Langit Masih Ada Langit
Mungkin kata - kata "Diatas Langit Masih Ada Langit" ini tepat untuk warga Kampung Difabel di Ponorogo ini, pasalnya jika Kalian merasa bahwa kalian merupakan orang yang tidak berkecukupan atau Maaf (Miskin) Anda harus melihat mereka yang ada di Kampung Difabel ini yang benar - benar tidak memiliki apa - apa, untuk berobat saja mereka tidak memiliki cukup uang. boro - boro untuk berobat untuk makan hari esok saja masih menjadi pemikiran setiap harinya.

Rata - rata dalam setiap keluarga di Kampung Daifabel Ponorogo ini berpenghasilan Rp. 300 Ribu sampai Rp. 500 Ribu per bulan. Bisa dibayangkan sendiri bagaimana mereka bisa bertahan hidup dengan penghasilan perbulan segitu dan hidup di daerah Pegunungan kapur yang kering.

Setelah Mengetahui hal ini Apakah Sobat Masih Tidak Mau Untuk Bersyukur Dari Apa Yang Kita Punya Sekarang Ini ?



Berkunjung Ke Desa Difabel Ponorogo Dan Syukuri Nikmat TUHAN YANG MAHA ESA Atas Pemberian-NYA
Dengan menginjungi saudara kita yang ada di desa difabel ponorogo ini maka kita secara tidak langsung akan selalu mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh Tuhan kita kepada kita.

Jika sobat mengunjungi Ponorogo Jangan hanya bertujuan untuk melihat - lihat keindahan wisata alamnya atau keindahan budaya yang ada. Cobalah untuk mengintip sisi yang lain yang ada di Ponorogo.

Lihatlah saudara - saudara kita yang ada di Ponorogo yang masih kuat untuk menjalani hidupnya dan terus bertahan dengan adanya kekurangan. tidak ada salahnya jika kita kesana dan menyiapkan sedikit atau banyak rejeki yang kita miliki untuk mereka.

Saya sangat yakin jika banyak sobat diary mas ifan di luar sana yang selalu meminta sesajen kala hendak pergi ke sekolah seperti minta dibelikan sepeda motor, mobil atau uang saku yang besar baru mau berangkat sekolah, coba lihat di Ponorogo untuk bisa mengenyam pendidikan di sana merupakan sebuah hal yang hanya menjadi cita - cita dan belum tentu semuanya bisa merasakannya.

Syukuri kita disini masih bisa memilih dan memilah makanan - makanan yang enak - enak dan yang di inginkan, sedangkan mereka yang ada di Ponorogo harus bersusah payah untuk bisa mendapatkan makanan disetiap harinya.

Usai mengetahui hal ini apakah sekarang sobat masih akan terus marah - marah dengan segala kekurangan yang ada dalam kehidupanmu dan luma untuk bersyukur atas apa yang sudah didapatkan, "Benarkah kalian masih berani tidak bersyukur dengan apa yang sudah kalian miliki" ?
KLIK DISINI UNTUK KOMENTAR Disqus