Tak Harus Tunggu Kaya Atau Punya Jabatan Untuk Bisa Menolong - Welcome To Mas Ifan Blog

Tak Harus Tunggu Kaya Atau Punya Jabatan Untuk Bisa Menolong

Dalam kehidupan rupanya bersyukur merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan lebih dari apa yang telah kita dapatkan. Bersyukur da...
Dalam kehidupan rupanya bersyukur merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan lebih dari apa yang telah kita dapatkan. Bersyukur dan selalu Ingat kepada Yang Maha Pemberi Rejeki merupakan salah satu cara terbaik untuk mengilhami apa yang telah di dapatkan.

Mendapatkan sesuatu tanpa rasa syukur tentu apa yang kita dapatkan itu tidak akan menjadi sesuatu yang berharga, Biasanya Orang jika di kasih 1 Juta kita biasa saja, di kasih 2 Juta masih biasa saja, di kasih 100 Juta Baru WOW Istimewa tapi tidak ingat akan syukur.

Boro - boro mau bersyukur Ingat untuk membagikan rejeki yang telah di dapatkan kepada orang - orang yang membutuhkan saja tidak pernah terpikir.

Pengalaman saya saat saya mendapatkan Rejeki dan saya lupa untuk mengucap "syukur" dan berterima kasih kepada Sang Maha Pemberi Rejeki, maka Rejeki yang saya dapatkan tidak awet alias hanya lewat saja. Berbeda jika saya selalu mengucapkan Syukur dan mengingat untuk segera membersihkan Rejeki yang telah saya dapat dengan membagikannya 2,5% untuk di berikan kepada yang lebih membutuhkan saya merasa Rejeki saya awet dan terus bertambah tanpa saya sadari.

Untuk Bisa Menolong Tidak Harus Kaya Atau Punya Jabatan ( Foto @masifan.com )

Yah, sedikit saran saja buat sobat "Diary.MasIfan.com" jika punya rejeki jangan lupa untuk selalu memberikan 2,5% minimal untuk orang yang lebih membutuhkan terserah kalian mau di berikan kepada siapa namun jika bisa pilihlah benar - benar orang yang pas, seperti para Janda, Orang yang sudah tidak memiliki orang tua, Pantai Asuhan, Korban Musibah Dll. Jangan Justru kalian sumbangkan untuk membangun sebuah Diskotik atau hiburan malam hehehe.

Berdasarkan pengalaman yang saya alami setiap kali saya mendapatkan Rejeki entah itu sedikit atau banyak ketika saya selalu mengucapkan Syukur sebagai ucapan terima kasih saya kepada Sang Maha Pemberi Rejeki dan juga selalu membagikannya langsung 2,5% dari rejeki yang saya dapat otomatis secara tidak saya sadari rejeki terus dan terus berdatangan sampai - sampai saya merasa bahwa ini sudah sangat berlebihan balasannya.

Sedikit cerita pernah saya terhimpit hutang Rp. 4.700.000,- di mana hari pembayaran yang ditentukan adalah Tanggal 25 saat itu, namun pada tanggal 22 saya belum juga memiliki uang sebesar itu. namun saya terus yakin bahwa Rejeki akan datang tepat pada waktunya karena saya terus berdo'a, dan pada tanggal 23 saya mendapatkan rejeki yang tak terduga sebesar Rp. 900.000,- saya pun berpikir untuk membayar hutang pada tanggal 25 masih kurang Rp. 3.800.000,- Saat itu kepala rasanya mau pecah memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan uang sebesar Rp. 3.800.000,- dalam waktu dua hari.

Tepat pada tanggal 24nya di mana hari pembayaran hutang hanya kurang 1 hari, saya justru di datangi oleh tetangga saya yang mau minta pinjaman uang untuk bayar anaknya mau Ikut Ujian Sekolah, saat itu tetangga saya terlihat begitu kebingungan karena harus membayar biaya Ujian Sekolah anaknya Sebesar Rp. 900.000,- jika tidak anaknya tidak bisa ikut ujian sekolah.

Sontak saya pun terpikir untuk membantunya tapi saya sendiri juga sedang dalam kondisi yang terdesak, karena masih harus mencari kekurangan Rp. 3.800.000,- untuk membayar hutang saya sendiri. Karena saya sangat kasihan dengan tetangga saya yang sudah tidak memiliki suami dan harus membiayai 2 anaknya Bersekolah itu, lantas saya berpikir jika besok saya tidak bisa membayar hutang saya sendiri karena memberikan semua uang yang saya punya sebesar Rp. 900.000 kepada tetangga saya, saya akan bilang kepada Pihak bank tempat saya hutang untuk meminta perpanjangan dan merefresh hutangnya menjadi hutang baru.

Saya pun juga berpikir jika tetangga saya adalah seorang wanita sedangkan saya seorang lelaki tentu saya lebih bisa banting tulang untuk mendapatkan uang sedangkan seorang wanita jika harus meminjam - minjam uang ke tetangga atau mencari rejeki sangat tidak tega saya melihatnya.

Hari itu juga saya berikan Uang saya yang tinggal satu - satunya harapan sebagai Pondasi awal untuk membayar hutang sebesar Rp. 900.000,-.

Akhirnya tepat pada tanggal 25 Deadline saya harus membayar hutang, saya saat itu tidak punya Uang 1 Rupiah pun, karena saya sendiri juga panik akhirnya saya tidak mengunjungi bank dan menunggu pihak bank untuk mendatangi saya sendiri saja, saya tunggu hingga 3 hari pihak bank tidak juga segera mendatangi rumah saya bahkan tidak menelopon juga memberi konfirmasi jika hutang Angsuran saya belum di bayarkan.

Dan tepat pada tanggal 31 setelah saya sendiri lupa bahwa saya pernah memberikan uang sebesar Rp. 900.000,- kepada tetangga saya, Ada teman lama saya datang dan mengucapkan terima kasih sambil memberikan Uang Sebesar Rp. 10.000.000,- secara cuma - cuma kepada saya, Saya pun terkejut saat itu.

"Saya bilang terima kasih apa Boy !, Ini uang buat apa ... buat aku atau bagaimana ?, Boy pun menjawab Itu buat kamu, terima kasih dulu waktu saya mau berangkat kerja pelayaran kamu telah membantu saya dengan ikhlas, mengantarkan saya hingga bandara dengan motor butut kamu dan memberi saya Uang Saku untuk saya melayar 10 Tahun yang lalu. Masih ingat tidak berapa uang yang kamu kasih ke aku waktu 10 tahun yang lalu ?."

Mendengar cerita Boy, saya pun teringat kembali pernah mengantarkan Boy saat hendak kerja melayar.

"Iya, Iya Boy, aku ingat Akhh... Kamu ini berlebihan waktu itu kan aku cuman kasih kamu uang Sebesar Rp. 50.000,- ya kalau nggak salah." Ucap Saya

"Iya, Memang kamu hanya kasih saya Rp. 50.000,- tapi saat itu uang itu sangat berguna karena saat itu saya berangkat melayar itu benar - benar tidak punya ongkos, orang tua ku pun saat itu bahkan tidak tau jika saya pergi melayar tanpa uang sama sekali dan hanya uang Rp. 50.000,- dari kamu dan juga modal Do'a, Tekat kuat dan perjuangan" Ucap Boy

"Ini Pokoknya harus di terima sebagai balas budi saya dan anggap saja ini amal saya," Ucap Boy

Mendengar dan melihat keseriusan Boy memberikan uang itu akun pun langsung bersujud ke lantai dan bersyukur berkali - kali, karena tidak di sangka - sangka setelah pusing - pusing memikirkan mau membayar Hutang ke Bank sebesar Rp. 4.700.000,- tidak punya uang dan sedang ketar - ketir atau takut jika pihak Bank datang saya mau bilang apa, Ekhh nggak taunya Rejeki datang.

Ini merupakan pelajaran berharga bagi saya, rupanya untuk urusan membantu seseorang itu tidak harus banyak namun apa yang kita punya saja kita berikan, tidak harus menunggu kita kaya untuk bisa membantu orang, tidak harus menjadi populer dan tidak harus memiliki jabatan untuk bisa membantu orang yang membutuhkan, Namun NIAT dan Juga Ketulusan itu saja yang sebenarnya di butuhkan.

Dan yang saya ingat apa yang telah kita berikan kepada orang itu tidak akan sia - sia karena ketika kita berbuat baik kepada seseorang maka kita sendiri yang juga akan mendapatkan balasan kebaikan yang kita telah berikan.

Semoga kisah saya di atas ini bisa menginspirasi sobat Diary.MasIfan.com semuanya, dan jangan lupa bagikan cerita ini supaya bisa menginspirasi juga untuk sobat yang lainnya ya :) Terima Kasih
KLIK DISINI UNTUK KOMENTAR Disqus