Wisata Religi, Pengunjung Disini Di Sini Dilarang Berkata Kotor - Welcome To Mas Ifan Blog

Wisata Religi, Pengunjung Disini Di Sini Dilarang Berkata Kotor

Jika Anda ke Yogyakarta, jangan lupa ziarah ke pemakaman Giriloyo, di Kabupaten Bantul. Di sana banyak dimakamkan para raja Islam Mataram. T...
Jika Anda ke Yogyakarta, jangan lupa ziarah ke pemakaman Giriloyo, di Kabupaten Bantul. Di sana banyak dimakamkan para raja Islam Mataram. Tapi jangan salah, doanya tetap kepada Allah, Jangan berdoa kepada orang yang mati. Selain itu, jangan berkata - kata kotor agar jadi ibadah yang baik. Berikut ini gambar wisata religi itu.

Kota Yogyakarta identik dengan kota wisata, tak terkecuali wisata religi. Salah satu pemakaman Giriloyo, di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Di sana terdapat pemakaman raja - raja Mataram kuno dan Islam seperti Sultan Cirebon dan Raden Pambayun. Menurut sejarah, Makam Giriloyo dibangun pada 1 Februari 1788 M. Pesarehan Giriloyo terletak di arah Selatan Keraton Yogyakarta (+ 17 km), tepatnya di wilayah Dusun Cengkehan, Desa Wukirsari, kecamatan imogiri, Kabupaten Bantul.

Wisata Religi Giriloyo Yogyakarta ( Foto @U-Report )

Jika Anda berkunjung kesana, ternyata di sana terdapat puluhan makam kuno. Dalam berbagai referensi disebutkan, sekitar 64 makam kuno yang berasal dari raja Mataram tercatat berada di sana. Seperti makam Sekaran Tiban ( makam sultan Agung dalam bentun rohani ), Kiai Guru Desti, Ngabehi Lor, Pangeran Haryobroto, Raden Tumenggung Haryobroto, Raden Adipati Banyuwangi. Juga ada makam Panembahan Juminah, Kanjeng Haryo Mangkubumi Putro dalam ingkang Sinuwun Sedo Krapyak, Kanjeng Pangeran Haryo Sokowati putro dalam Kasultanan Agungan, Kanjeng Ratu Mas Hadi / Ibu Sultan Agung, Raden Tumenggung Haryo Wongso dan Kanjeng Pangeran Martosoko. Halaman III ( halamam yang paling tinggi ) terdapat makam Kanjeng Ratu Pembayun, istri Amangkurat.

Menurut keterangan Ilham selaku Juru kunci makam bahwa makam - makam tersebut tersebar di tiga wilayah. Wilayah pertama ditempati Sultan Cirebon dan para petinggi kerajaan. Wilayah kedua ditempati Pangeran Haryo dan wilayah ketiga ditempati Raden Pambayun, istri dari raja Amangkurat I.

"Giriloyo adalah pusat pemakaman raja Jawa. Mereka lebih suka dimakamkan di bukit lantaran aman dan tenang," ucap Ilham


PULUHAN ANAK TANGGA
Dijelaskan Ilham, selain terdapat makam raja, juga terdapat makam Kiai Ageng Sentong dan Kiai Ageng Giring berada dalam ruang tersendiri. Sedang makan Panembahan Giriloyo / Kanjeng Sultan Cirebon V ini diberi pagar keliling. Makam di luar pagar keliling ada makam Wiroguno, makam Raden Ayu Nerang Kusumo, makam Kiai Juru Wiro Probho, makam Tumenggung Hanggobahu, dan makam prajurit. Menurut cerita kuno, Sultan Agung Cirebon konon berniat untuk dimakamkan di Makkah, Arab Saudi, tetapi dilarang oleh para ulama Arab Saudi lantaran bukan orang Arab atau keturunan Arab. Lalu, beliau pun membikin pagebluk di Makkah, para ulama sana pun bingung akhirnya diambil keputusan diambillah batu dari sana lalu di lempar ke JAwa sebagai perwakilan dari Tanah Suci Makkah. Nah, yang melempar itu adalah ulama Jawa Sunan Kalijogo dan jatuh di Bumi Giriloyo Yogyakarta. Setelah meninjau tanah di Giriloyo, ternyata paman Sultan Agung kurang setuju, hingga akhirnya tanah Giriloyo dilempar lagi dan jatuh di Desa Imogiri Yogyakarta.


"Ada yang berpendapat bahwa ketinggian Gunung Giriloyo sama dengan tinggi Arafah di Makkah. Karena itu, para Sultan Mataram menghendaki agar para raja dimakamkan di Giriloyo," paparnya.

Cerita lain yang berkembang, nama Giriloyo diambil sebagai simbol tingginya pangkat para raja, bahkan saat meninggalkan pun  para raja harus dihormati dan dijunjung tinggi.


"Para pengunjung makam Giriloyo harus menaiki anak tangga berjumlah 40. Anak tangga tersebut merupakan tanda penghormatan kepada makam leluhur," ucapnya.

JANGAN BERKATA KOTOR
Ilham menambahkan, bagi pengunjung yang ingin berziarah ke makam Giriloyo hendaknya tidak berkata kotor dan menjaga pembicaraan. Pasalnya, makam Giriloyo dikenal dengan makam keramat dan penuh mistik. Untuk itu, peziarah hendaknya berhati - hati ketika hendak mengunjungi makam.

"Jangan bicara kotor karena sering terjadi hal - hal mistik yang menimpa Anda,"


Nah, jika Anda hendak mengunjungi makam tersebut, bisa menggunakan transportasi darat karena jarak tempu dari kota Yogyakarta sekitar 15 KM. Bagi Anda yang menggunakan bus atau mobil pribadi, Anda cukup mengambil jalan arah Bantul Yogyakarta. Kemudian ambil arah imogiri atau wisata religi makam raja. Nah, disepanjang jalan Anda akan menjumpai perkampungan dan beberapa ibu - ibu yang sedang membatik tulis Giriloyo. Sementara Anda yang hendaknya menggunakan transportasi udara, Anda harus menuju Bandara Adisujipto Yogyakarta dan dilanjutkan dengan naik bus kota transjogya. Bus akan mengantarkan Anda menuju kota bantul. Yogyakarta. Dari Kota Bantul Anda bisa naik ojek atau transportasi bus mini jurusan Imogiri.

"Wisaya Giriloyo menjanjikan pemandangan menatik karena letak makam berada di atas bukit dengan ketinggian 20 M dari persawahan penduduk."
KLIK DISINI UNTUK KOMENTAR Disqus