Hati - Hati Dengan Ibu !, Jangan Sakiti Hatinya, Ini Akibatnya ? - Welcome To Diary Mas Ifan Blog

Hati - Hati Dengan Ibu !, Jangan Sakiti Hatinya, Ini Akibatnya ?

Hati - hati dengan ibu, sedikit saja hatinya tergores oleh kata - kata atau sikap dan perbuatan kita, akan bisa mendatangkan petaka. Ada buk...
Hati - hati dengan ibu, sedikit saja hatinya tergores oleh kata - kata atau sikap dan perbuatan kita, akan bisa mendatangkan petaka. Ada buktinya, Seperti yang dialami oleh AD, Anak yang suka membentak ibunya, harus menerima nasib tragis. Tubuhnya penuh luka dikeroyok preman sampai dirinya tidak bernyawa.

Nasib Naas menimpa AD, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta, Tidak hanya kabar kematiannya, kondisi jasadnya yang kehilangan satu bola mata menjadi sebuah kisah yang sangat miris.

Diketahui AD sempat mengalami penyiksaan dari teman - temannya akibat masalah sepele yang mengakibatkan AD mengalami luka berat dari bagian kepala sampai tubuhnya.

Kasih Sayang Ibu Tidak Akan Pernah Tergantikan Oleh Uang Sebanyak Apapun ( Foto @Diary Mas Ifan )

Menurut keterangan Maruin nenek AD, cucunya itu menjadi korban kekerasan teman - teman semasa SMU-nya. Maruin tak memungkiri jika konflik yang terjadi antara Ad dan teman SMU-nya tersebut merupakan dendam lama.

"AD memang sudah bertengkar sejak masih SMA dengan teman - temannya itu. Saat sudah kuliah, rupanya masih saja dicari - cari. Saya nggak begitu jelas alasannya apa. Saya hanya tahu AD memang pernah melukai temannya," terang Maruin.

MATI DIKEROYOK

Sejalan dengan keterangan teman AD, bernama Wahyu (21) mengatakan, AD dikeroyok oleh teman - teman sekolahnya yang dibantu oleh sekumpulan preman dari wilayah Pluit, Jakarta Utara. Wahyu menjelaskan, jika kasus pengroyokan AD berawal dari permasalahan dengan temannya semasa SMA, berinisial Y (20). Keduanya kerap terlibat pertengkaran. Puncak pertengkaran tersebut terjadi pada akhir Juni yang lalu. Saat itu, tempat tengkrongan AD didatangi segerombolan preman, termasuk Y. Akhirnya AD bersama ketiga temannya dikeroyok habis - habisan.

"Saat pengeroyokan itu, sebetulnya yang paling bengis adalah preman - preman yang membantu Y sampai - sampai mata kiri AD (Maaf) dikeluarkan dari kelompak matanya. Memang pertengkaran ini sangat parah dan AD langsung dilarikan ke rumah sakit," terang Wahyu.

Saat di bawah ke RSUD Cengkareng, Maruin mengatakan, mata kiri yang di congkel oleh kawanan preman dan Y tersebut membuat AD mengalami kebutaan. Namun yang lebih ironis, AD bukan saja mengalami kebutaan, tapi nyawanya pun tak tertolong sehingga pihak rumah sakit dan kepolisian langsung melakukan otopsi.

"Nyawanya sudah nggak tertolong. Awalnya dokter bilang kalau AD hanya buta sebelah, tapi setelah dua hari, meninggal dunia," Ucap Maruin sambil menitikkan air mata.

Y dan kawanan preman yang diduga telah membunuh AD kini sudah ditahan oleh pihak Polres Jakarta Barat. Kepergian AD dengan cara tragis itu tentu menggetarkan hati keluarga, sahabat dan warga. Mereka menyayangkan, mengapa di usia yang masih muda itu AD mengalami nasib tragis.

"Kasihan dia, apalagi kalau mengingat waktu jenazahnya dimandikan," sahut seorang warga.

Begitu jasad AD tiba di rumah duka dan dimandikan, keanehan terjadi.

"Itu tuh, bola mata yang satunya keluar juga, hih ....," celetuk warga lain menambah miris kisah AD.

"Dan itu langsung jatuh ke tanah," imbuh warga yang lain.

ANAK DURHAKA

Hal itu membuat keluarga AD panik dan acara untuk memandikan jenazah AD mengalami penundaan karena jasad AD kemudian diotopsi kembali. Sampai proses otopsi selama dua hari, dipastikan oleh pihak kepolisian bahwa pada mata kanan AD tidak mengalami bekas benda sayatan tajam atau pun sentuhan benda keras.

"Keanehannya di situ. Yang dicongkel mata kiri, tetapi kenapa mata kanannya ikutan lepas ? Makanya saya berdoa kepada Allah agar AD bisa diberikan ketenangan di sisi Nya. Mungkin dia sedang kesakitan di alam sana," keluh Maruin.

Kejadian aneh yang menimpa jenazah AD pun menjadi buah bibir. Mereka pun mencoba menerka-nerka, adakah kaitan kejadian aneh itu dengan perilaku AD semasa hidup.

"Ya aneh saja, pasti ada apa - apanya sama dia itu," celetuk seorang warga mencoba menjadi penafsir apa yang terjadi.

Ternyata, dugaan subjektif warga itu berkorelasi alias menyambung dengan keterangan Wahyu. Ia tahu betul, tak hanya sekali, AD begitu berani mengucapkan kata - kata kasar, umpatan, bahkan cacian kepada ibunya.

"Ya suka bentak - bentak gitu," katanya.

Apalagi, lanjut wahyu, setelah ayahnya meninggal dunia, dia jadi semakin berani dengan ibunya. "Sikapnya berani sekali. Bahkan nggak segan membentak ibunya di depan semua orang," serunya.

Wahyu menambahkan, sikap durhaka yang dimiliki AD dinilai terlalu karena seringkali tindakannya di luar batas.

"Tindakannya memang di luar batas dan orang - orang sini banyak yang tidak suka, bahkan ada yang sampai bertengkar dengan AD. Jadi memang kelakuan AD itu berandal, apalagi orang - orang sini tidak suka karena dia juga pengangguran sampai matinya," bebera Wahyu.
"Ada seorang laki - laki datang kepada Nabu dan bertanya, 'siapakah manusia yang lebih berhak saya kawani dengan baik ? Nabi menjawab, 'Ibumu'. Dia bertanya lagi, 'kemudian siapa lagi ?' Nabi menjawab, 'Ibumu.' Dia bertanya lagi, 'kemudian siapa lagi ?' Nabi menjawab, 'Ayahmu'." (HR Bukhari & Muslim)
Semoga kisah dari AD ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semuanya ya sobat, Janganlah menyakiti hati seorang ibu, sebaik - baiknya teman adalah seburuk - buruknya ibumu itu kalau menurut saya.. Diary Mas Ifan mengucapkan "Selamat Hari Ibu" 22 Desember 2016.
KLIK DISINI UNTUK KOMENTAR Disqus