Keindahan Pulau Tomia Sulawesi Tenggara, Traveler Wajib Kemari ! - Welcome To Mas Ifan Blog

Keindahan Pulau Tomia Sulawesi Tenggara, Traveler Wajib Kemari !

Tomia merupakan pulau ketiga Wakatobi, yang bisa ditempuh dalam waktu 3-4 jam dengan menggunakan perahu umum dari pulau Wangi - wangi. Pulau...
Tomia merupakan pulau ketiga Wakatobi, yang bisa ditempuh dalam waktu 3-4 jam dengan menggunakan perahu umum dari pulau Wangi - wangi. Pulau Tomia ini sudah menjadi wisata menyelam yang sangat dikenal lebih dari 10 tahun dengan satu resort bahkan membuka rute langsung dari Bali ke Pulau Tomia untuk para tamu. Perahu umum akan berlabuh di Waha atau Pelabuhan Jabal.

Selain keindahan kehidupan bawah lautnya, Pulau Tomia juga dieksplorasi menggunakan sepeda motor atau mobil. Kunjungilah beberapa pantai indah di sepanjang pantai, situs warisan, gua atau hanya pelayaran di sekitar pulau.

Pulau Tomia Surganya Para Wisatawan Sejati

ALASAN MENGAPA HARUS KE PULAU TOMIA ?

Pulau Runduma
Pulau Runduma adalah nama sebuah pulau yang letaknya di Wakatobi, dan merupakan salah satu bagian dari Kecamatan Tomia. Secara geografis, pulau Runduma terletak jauh terpisah dari pulau - pulau lainnya di Wakatobi.

Pulau Runduma justru berdampingan dengan Pulau Anano, sebuah pulau berpasir putih yang tidak berpenghuni, yang merupakan lokasi peneluran penyu hijau (Chelonia Mydas). Secara umum, pulau Runduma berdiri atas hamparan pasir, dengan bebatuan cadas di daratannya. Dari kejauhan, pulau Runduma terlihat seperti sebuah pulau yang melayang di atas air.

Pulau Runduma & Pulau Anano

Lantaran di kelilingi laut, air bersih tak mudah didapatkan di pulau ini. Warga rata - rata menampung air hujan untuk kebutuhan mereka sehari - hari entah itu buat masak, mandi dll. Runduma berasal dari kata Rondomo yang memiliki arti Singgah Bermalam. Sebuah kata yang diambil usai para pelayar kerap mampi dan juga melabuhkan kapalnya di wilayan Runduma. Terdapat sekitar 1300 jiwa bermukim di Pulau ini dan rata - rata adalah para petani kebun dan nelayan.

Pulau Anano
Pulau Anano adalah pulau kecil yang tidak berpenghuni seperti yang saya katakan di atas. Pulau Anano merupakan bagian dari gugusan kepulauan Wakatobi. Pulau ini letaknya di sebelah ujung paling timur dari Kabupaten Wakatobi, menghadap secara langsung ke arah Laut Buru dan Laut Banda.


Selain memiliki pantai indah dengan pasir putihnya yang halus, tempat ini juga merupakan tempat yang paling favorit untuk para koloni penyu untuk bertelur, sehingga pulau ini juga kerap disebut dengan Pulau Seribu Penyu. Ada dua jenis penyu yang kerap dijumpai di pulau Anano, yakni penyu hijau atau yang dikenal dengan nama Honu dan penyu sisik atau yang lebih dikenal dengan sebutan Koila.

Tak jarang para mahasiswa atau para peneliti mendatangi tempat ini untuk meneliti dan mengamati kehidupan para penyu di tempat ini meskipun frekuensi kedatangan para penyu itu sendiri cukup minim pada tiap bulannya.

Untuk Penyu hijau sendiri biasanya rutin bertelur kala malam bulan purnama. Penyu hijau ini biasanya datang ke bibir pantai pada waktu dini hari untuk bertelur. Mencoba menghindari segala aktivitas manusia yang ada dan untuk berusaha mengembangbiakkan keturunan mereka.

Tidak hanya dikenal merupakan tempat para penyu bertelur, Pulau Anano juga menjanjikan sisi eksotis yang lain. Di pulau ini Anda bisa melakukan penyelaman untuk melihat keindahan biota bawah lautnya yang begitu menawan. Selain itu, suasana pantai yang ditawarakan di Pulau Anano ini sangatlah mempesona. Suasana sunset yang begitu menarik bahkan bisa juga Anda nikmati di pulau yang satu ini.


Pantai Hu'untete
Pantai Hu'untete letaknya di desa Kulati, Pulau Tomia. Berpasi putih dengan tebing - tebing yang kuat, dan jejeran pohon kelapa yang nampak disepanjang pantai. Untuk para penyu, pantai terpanjang yang ada di Pulau Tomia ini merupakan lokasi tujuan peneluran. Sejumlah titik penyelaman tersebar di pantai ini dan menjadi lokasi target penyelaman. Untuk masyarakat Desa Kulati, pantai ini juga dikenal sebagai pantai persembunyian, dimana pada jaman dahulu warga Kulati menyembunyikan diri mereka dari pihak Portugis di gua dekat pantai.


Pantai Hondue
Pantai Hondue mempunyai pantai yang berpasir putih dan air lautnya yang jernih. Lokasi yang sangat tepat untuk melihat pemandangan matahari terbenam. Di depan pantai ada batu karang berbentuk meja yang merupakan tempat favorit untuk para penikmat diving dan snorkeling.


Pantai ini terletak di Desa Kollo Soho dan bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat kurang lebih 15 menit dari kelurahan Waha, Ibukota Kecamatan Tomia.

Mari Mabuk adalah salah satu lokasi penyelaman di Pulau Tomia. Berbagai jenis terumbu karang bisa Anda dilihat disini, terutama karang lunak dan karang meja yang dihiasi oleh bermacam - macam species bumphead, lion fish, clown fish, parrot fish, penyu dan juga ular laut.


Untuk hal menarik lainnya Anda bisa juga berkujung ke Wakatobi Dive Resort, atau Village menarik di Abi Jaya Waha Village, dan berbagai macan village menarik lainnya.


KULINER PENUH CITA RASA DI PULAU TOMIA

Kasuami
Kasuami merupakan makanan lokal utama para penduduk Wakatobi, Kasuami adalah bubur singkong yang diparut dan diperas berulang - ulang kali. Makanan ini dibuat dengan bentuk segitiga yang seperti nasi tumpeng. Kasuami umumnya ditaburi untuk penyedap rasa seperti bawang yang mana akan menjadikan makanan ini menjadi lebih nikmat jika dimakan dengan Parende atau  dapat dipasangkan dengan ikan panggang dan juga cabai colo - colo. Kasuami merupakan makanan khas yang bisa kalian temukan di setiap Pulau Tomia.

Parende
Parende merupakan makanan sup ikan segar, yang dibuat dari ikan karang segar yang dimasak menggunakan bawang kemudian direbus dengan daun serai dan juga kunyit. Parende sup ikan segar sangat enak dimakan kala masih panas.

Karasi
Karasi merupakan kue tradisional yang dibuat dengan tepung singkong. Kue ini dibentuk dan digoreng, kue ini benar - benar akan semakin terasa lezat kala disajikan dengan kopi panas atau teh panas. Kue Karasi ini merupakan hadiah yang populer yang dibuat langsung oleh para wanita lokal di Pulau Tomia.

Lulata
Lulata merupakan makanan tradisional dari Pulau Binongko. Lulata merupakan nasi panggang dengan bawang dan santan yang dimasukan pada bambu. Makanan ini dibuat dengan bahan beras putih dan beras merah. Sebelum memasukkanya ke dalam bambu, semuanya dibungkus dengan daun pisang. Rasa yang diciptakan dari nasi bakar ini sangat enak dan lezat.


RUTE

Untuk bisa mencapai Pulau Tomia bisa ditempuh dari Wanci kurang lebih selama 2 jam dengan mengenakan speedboat. Selain itu bisa juga menggunakan kapal reguler dari Bau - Bau dengan frekuensi 2-3 kali dalam seminggu. Kecamatan ini juga mempunyai lapangan terbang Maranggo sehingga bisa dicapai juga dengan menggunakan transportasi udara.

Perahu Cepat
Pemberangkatan : Pelabuhan Jabal
Waktu : 08:00 (Harian), 15:00 (Senin, Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu)
Durasi : 3 Jam
Tujuan : Pelabuhan Onemai
Harga : Rp. 150.000

Perahu Lambat
Dari Wangi-Wangi ke TOmia
Pemberangkatan : Pelabuhan Mola
Waktu : 09:00 (harian)
Durasi : 4-5 Jam
Tujuan : Pelabuhan Onemai
Harga : Rp. 120.000


TIPS

Saat berwisata di Pulau Tomia ini pastikan Anda membawa Lotion untuk menjaga kulit Anda agar tidak terbakar panasnya matahari karena nantinya Anda akan kerap sekali terkena sengatan panas matahari secara langsung. Usahakan Anda selalu membawa Handuk untuk lap keringat karena dipastikan udara di siang hari akan semakin panas jika saat kemarau.

Buat yang mempunyai penyakit Sinusitis lebih baik hindari dahulu melakukan penyelaman, karena hal itu bisa sangat membahayakan tentunya.
KLIK DISINI UNTUK KOMENTAR Disqus