Wisata Budaya Desa Sade Lombok Tengah, NTB - Welcome To Mas Ifan Blog

Wisata Budaya Desa Sade Lombok Tengah, NTB

Desa Sade Rembitan terletak di wilayah Pujut, Lombok Tengah. Desa ini merupakan salah satu dari tiga desa adat yang menjadi tempat tinggal S...
Desa Sade Rembitan terletak di wilayah Pujut, Lombok Tengah. Desa ini merupakan salah satu dari tiga desa adat yang menjadi tempat tinggal Suku Sasak di Lombok. Luas desa ini kurang lebih lima hektar dan konon desa ini sudah ada sejak 600 tahun yang lalu.

Selain menjadi desa adat, desa ini juga merupakan desa wisata. Para penduduk di Desa Sade pun masih tetap menjaga keaslian dan keasrian desa. Sehingga menjadikan desa ini merupkan desa yang sungguh - sungguh unik.

Desa Sade NTB ( Foto @Diary Mas Ifan )

Salah satu keunikan yang ada di Desa Sade ini adalah adanya terdapat bangunan atau rumah tradisional yang disebut dengan sebutan Rumah Bale Tani. Rumah Bale Tani sendiri adalah merupakan rumah dari peninggalan nenek moyang Suku Sasak.

Bentuk bangunan rumah yang begitu khas dengan atap yang terbuat dari ijuk dan juga tembok yang berasal dari anyaman bambu.


Kebiasaan Mengepel Lantai Menggunakan Kotoran Kerbau !

Uniknya para penduduk di desa ini memiliki kebiasaan atau tradisi mengepel lantai dengan kotoran kerbau. Menurut kepercayaan mereka, konon dengan cara tersebut mengepel lantai dengan menggunakan kotoran kerbau, lantai rumah akan terasa lebih hangat dan juga terhindar dari gangguan nyamuk.

Akan tetapi jangan salah, meski pun mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau, akan tetapi tetap tidak ada bekas bau kotoran kerbau yang tercium sama sekali.

Selain memiliki kebiasaan atau tradisi mengepel lantai rumah dengan menggunakan kotoran kerbau, para penduduk di Desa Sade juga memiliki aturan adat jika seorang wanita Suku Sasak tidak diperbolehkan menikah jika dirinya masih belum bisa menenun. Maka tidak heran jika kain tenun khas Suku Sasak menjadi andalan produk dari desa ini. Bahkan ada kain tenun songket yang terbuat dari benang emas atau perak yang ditenun bersama dengan benang katun atau sutra.


Pembuatan kain songketnya pun juga masih mengenakan alat yang sederhana. Semua pengerjaannya masih menggunakan tangan. Di mulai dengan pemintalan kapas menjadi benang, pewarnaan benang sampai dengan proses menenunnya yang masih memanfaatkan alat tenun yang terbuat dari kayu.

Motifnya begitu khas. Menariknya lagi kain ini hanya bisa didapatkan atau dibeli di desa sade dan tidak akan bisa ditemukan di tempat lain. Cocok untuk oleh - oleh para wisatawan yang berkunjung, satu lembar kain songket biasanya dihargai dengan hargai mulai dari 100Ribu hingga 350Ribu tergantung dari bahan dan juga tingkat kerumitannya.

Penduduk asli lombok merupakan Sasak, Lombok yang juga rumah bagi umat Hindu Bali dan juga sejumlah orang Tiongkok, Jawa, Bugis dan Arab. Budaya Sasak adalah budaya yang begitu penting untuk kekuatan dan keahlian fisik dan banyak adat lokal mereflesika kebudayaan ini. Peresehan merupakan salah satu tradisi lokal yang menggabungkan pertarungan atara dua pria dengan menggunakan perisai kecil yang berbentuk bujung sangkar dari kulit sapi dan juga rotan panjang.

Musik dan juga tarian sangat penting pada budaya Sasak. Tarian tradisional ditarikan selama upacara - upacara penting. Tarian ini sendiri berasal dari tari perang, seperti Cupak Gerantang hingga Gendang Beleq (drum besar) yang sangat populer yang menceritakan kisah cinta dan juga romansa.


Rute Untuk Menuju Ke Desa Sade

Akses untuk menuju Desa Sade ini cukuplah mudah. Dari pusat kota Mataram, Anda bisa menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi dengan tujuan langsung ke Desa Sade.

Waktu tempuh untuk menuju ke Desa Sade ini jika Anda sudah berada di pusat kota Mataram kurang lebih memakan waktu setengah jam perjalanan. Sementara jika Anda berangkat dari Bandara Internasional Lombok, maka bisa langsung menggunakan taksi atau kendaraan pribadi dengan menuju langsung ke Desa Sade. Waktu tempuhnya pun hanya sekitar 20 menit perjalanan.
KLIK DISINI UNTUK KOMENTAR Disqus