Hal Kecil Yang Membuat Pengusaha Sukses Hancur Lebur! - Welcome To Diary Mas Ifan Blog

Hal Kecil Yang Membuat Pengusaha Sukses Hancur Lebur!

Sukses, berbicara mengenai sukses tentunya definisi / pengertian setiap orang itu berbeda-beda, ada yang menganggap bahwa sukses itu adalah ...
Sukses, berbicara mengenai sukses tentunya definisi / pengertian setiap orang itu berbeda-beda, ada yang menganggap bahwa sukses itu adalah ketika seseorang sudah bisa bekerja di perusahaan ternama dengan gaji yang besar, atau bisa juga ketika seorang sudah mempunyai perusahaan sendiri dan yang lain-lain.

Tapi menurut Diary Mas Ifan bahwa sukses itu sendiri adalah sebuah kebahagiaan yang selalu disyukuri dimana setiap apa yang kita dapatkan baik itu rejeki, jodoh dan juga kenikmatan dunia selalu kita syukuri dan nikmati dengan rasa bahagia. itulah sebuah kesuksesan.

Ilustrasi Pengusaha Sukses

Punya harga berlimpah dan berkerja disebuah perusahan ternama atau memiliki perusahaan besar akan tetapi jika hati tidak merasakan kebahagiaan maka saya rasa maka orang tersebut masih belum mendapatkan kesuksesannya secara lahir dan batin.

Seperti kisah seorang pengusaha Asal Inggris yang satu ini yang akhirnya ia harus mengulangi lagi perjuangannya dari NOL usai sebelumnya sudah berhasil mendapatkan segalanya.

BERAWAL DARI MIMPI


Hidup ditengah-tengah ekonomi keluarga yang kurang mampu, Jony selalu memimpikan hidupnya bakal bisa merubah ekonomi keluarga, ia tidak pernah patah semangat untuk mengejar cita-citanya untuk menjadi Orang Kaya yang Sukses.

Meski banyak sekali ejekan dari teman-temannya karena mimpinya yang begitu muluk-muluk akan tetapi Jony tetap tidak pernah padam semangatnya, Meski dalam ekonomi yang pas-pasan Jony selalu bersemangat berangkat sekolah meski setiap hari tanpa sarapan dan tanpa uang saku. Karena memang kedua orangtuanya hanya seorang buruh yang tidak setiap hari bisa mendapatkan uang.

Ayah Jony adalah seorang pemulung yang setiap harinya bekerja memungut sampah dari rumah ke rumah yang tidak setiap hari ia bisa mendapatkan uang yang banyak. Begitu juga dengan Ibu Jony yang bekerja sebagai buruh cuci, yang juga setiap hari tidak ada orang yang mempergunakan jasanya.

Jony selalu bersemangat, ia adalah seorang yang pantang menyerah, Mimpinya untuk menjadi Orang Kaya yang Sukses selalu terpatri dalam otaknya dan juga hatinya yang paling dalam, bahkan di kamarnya Jony menuliskan tulisan dengan kertas besar tulisan cita-citanya "AKU INGIN JADI ORANG KAYA DAN SUKSES, HARUS BERJUANG TERUS DEMI MERUBAH MASA DEPAN KELUARGA".

Mimpi Jony untuk bisa merubah nasib keluarganya, itulah yang membuatnya pantang menyerah, meski kerap mendapatkan cacian dan hinaan dari orang-orang sekitarnya akan tetapi Jony tidak pernah menyerah.

Sampai pada akhirnya Jony berhasil lulus Sekolah Dasar (SD) meski setiap hari ia harus menjalani berangkat sekolah tanpa sarapan dan juga tanpa uang saku.

Masuk SMP pun Jony mulai harus bekerja agar bisa membayar biaya bulanan sekolah, dan juga membeli peralatan-peralatan sekolah yang dibutuhkan, Jony kecil yang waktu itu baru berusia 12 tahun sudah bekerja mencari botol-botol bekas, dan juga beberapa sampah yang bisa didaur ulang agar setiap harinya ia bisa mendapatkan uang.

Tanpa malu setiap berangkat dan pulang sekolah Jony selalu mencari sampah dari komplek ke komplek di setiap perumahan yang ia lewati dari sekolah ke rumahnya, begitulah setiap hari dijalani oleh Jony sampai akhirnya ia lulus SMP.

Masuk di SMA Jony membutuhkan biaya yang lebih besar lagi, ia pun mulai bekerja malam demi untuk bisa membantu ibu dan bapaknya agar tidak terlalu susah membiayai biaya sekolah dirinya. Jony usai pagi dan sore hari memungut sampah botol-botol bekas, malam harinya ia bekerja di rumah makan untuk mencari tukang cuci.

Ia menjalani hal itu demi untuk agar biaya sekolahnya selalu bisa terbayarkan dan itulah bukti perjuangan Jony untuk mendapatkan cita-citanya menjadi orang yang sukses, bahkan Jony juga nyambi menjadi tukang sapu jalan yang ia kerjakan setiap Jam 04.30 WIB.

Waktu istirahat Jony saat itu hanya Mulai Pukul 22.00 WIB  usai menjadi tukang cuci piring di sebuah rumah makan, Kemudian Pagi Hari sudah harus bangun pukul 04.30 WIB untuk menjadi tukang sapu jalan, dan pagi harinya Pukul 06.00 WIB, ia memungut sampah sambil berangkat ke sekolah. dan sore harinya usai pulang sekolah Pukul 15.30 WIB ia memungut sampah lagi.

KULIAH TANPA BEASISWA


Meski tergolong orang tidak mampu, akan tetapi Jony merasa bahwa dirinya tidak harus menunggu biasiswa untuk bisa melanjutkan sekolah, dari hasil kerja kerasnya selama ini menjadi tukang cuci, tukang sapu dan juga pemulung sampah ia setidaknya bisa masuk ke Universitas tanpa biaya orangtua atau bantuan biasiswa.

Jony berhasil masuk ke Universitas ternama di Inggris, Jony pun berhasil lulus dengan nilai yang bagus di Universitas tersebut dan menjadi salah satu anak berprestasi di Universitas tersebut.

Tidak menunggu waktu yang lama Jony pun langsung mendapatkan pekerjaan di Perusahaan Ternama yang ada di Inggris, 1 tahun bekerja Jony sudah bisa membangun rumah dan membeli rumah untuk keluarganya.

BISIK-BISIK TETANGGA


Mulailah ada tetangga yang membicarakan Jony, Jony yang merasa bahwa dirinya sudah sukses merasa gerah dengan bisik-bisik tetangga yang menyebut bahwa "Jika Jony itu sudah sukses seharusnya ia pindah dari sini dan bertempat tinggal di Kota, bukannya di Kampung" karena kata-kata itulah akhirnya Jony pun mencari tempat di Kota dan membangun Istananya di sana.

Memang karier Jony di perusahaan terus meningkat sampai pada akhirnya Jony memiliki perusahaan sendiri, maka dari itu tidak heran jika membangun istana di Kota bukan sebuah hal yang sulit bagi Jony yang punya bergelimang harta.

Setelah membangun Istana di Kota, Jony mendengar lagi selentingan tetangganya di kampung dulu yang berkata bahwa jika seorang yang sudah punya perusahaan seperti Jony sudah seharusnya ia punya Pesawat Pribadi. Merasa panas dengan selentingan itu, Jony pun pergi ke kampungnya dulu dan berkata kepada warga kampung bahwa ia akan membangun sebuah bandara pribadi yang berisikan 5 pesawat pribadi.

AKHIRNYA JATUH DAN TENGGELAM


Usai membuat Bandara sendiri yang berisikan 5 pesawat pribadi dan juga sudah memiliki Istana megah yang ada di kota, Jony merasa bahwa itu adalah kesuksesan yang luar biasa dan ia merasa sudah tidak ada kata-kata yang bisa menyinggungnya karena ia sudah menjadi orang paling sukses di seluruh dunia.

Akan tetapi ada lagi kata-kata tetangganya yang akhirnya membuat Jony menjual semua aset yang ia punya untuk membuktikan bahwa dirinya adalah orang sukses dan paling kaya. tetangga itu berkata "Jika Jony Merupakan orang Yang sukses, maka sudah sepantasnya ia punya Pulau Sendiri untuk tempat tinggalnya"

Jony pun menjual semua aset perusahaannya, begitu juga dengan bandara dan 5 pesawat pribadinya serta istananya yang ada di kota untuk membeli sebuah PULAU dan membangun istana baru di sana.

Usai berhasil membeli sebuah pulang dan membangun istana di pulau tersebut, Memang sudah tidak ada lagi tetangga yang menganggap Jony belum sukses, semua warga kampung halamannya dulu menganggap jika Jony memang orang paling sukses di seluruh dunia.

Akan tetapi apa yang terjadi setelah istana megah dibangun di pulau tersebut, Pulau tersebut tenggelam karena Tsunami dan tidak menyisakan apapun, Jony kehilangan semua kesuksesannya yang selama ini telah ia raih hanya karena terus menuruti omongan orang atau tetangganya yang menganggap dirinya belum sukses.

PELAJARAN YANG BISA DIAMBIL DARI KISAH INI???


Pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini adalah "Jangan mengikuti selentingan atau omongan orang terhadap dirimu, karena hal itu tidak akan merubah hidupmu, Baik dan jelek atau sukses dan tidaknya dirimu hanya dirimulah yang tau".

Karena kesuksesan yang sebenarnya itu adalah kebahagiaan lahir dan batin dan tidak pernah merasa kekurangan dalam segala apapun meski tidak harus bergelimang harta yang berlimpah ruah.

Kisah ini juga Mas Ifan share di KASKUS, kalian juga bisa membacanya di sana.... Semoga kisah ini bermanfaat ya gaes. bantu share juga ya gaes terima kasih.
KLIK DISINI UNTUK KOMENTAR Disqus