Berkat Kelambanannya, Siput Justru Berhasil Terhindar Dari Kepunahan - Welcome To Diary Mas Ifan Blog

Berkat Kelambanannya, Siput Justru Berhasil Terhindar Dari Kepunahan

Diary Mas Ifan - Kebanyakan orang akan mengucapkan jika kelambanan adalah hal yang buruk. Akan tetapi rupanya penelitian terbaru memperliha...
Diary Mas Ifan - Kebanyakan orang akan mengucapkan jika kelambanan adalah hal yang buruk. Akan tetapi rupanya penelitian terbaru memperlihatkan jika kelambanan tidak seburuk yang kita sangka-sangka. Setidaknya untuk moluska, kelambanan justru bisa menjadi mekanisme bertahan hidup mereka dari kepunahan.

Luke Strotz, Seorang Paleontolog dari University of Kansas dengan timnya menganalisis nyaris sebanyak 300 spesies moluska, termasuk moluska air, siput dan juga keong, yang menghuni Atlantik Barat sejak zaman Pliosen yang dimulai lebih dari 5,33 juta tahun lalu. Mereka meneliti tingkat metabolisme spesies atau jumlah energi yang dibutuhkan organisme untuk menjalankan kehidupan setiap harinya.

Siput

"Kami bertanya-tanya, bisakah kami melihat kepunahan spesies berdasarkan asupan energi organisme," ucap Luke Strotz, peneliti di University of Kansas. "Tupanya berhasil ditemukan perbedaan untuk spesies moluska yang sudah punya selama 5 juta tahun terakhir dan yang masih hidup hingga kini," tambah Strotz seperti yang dikutip dari Science Alert, pada Rabo 22/8/2018

Menurut dirinya, mereka yang sudah punah cenderung punya tingkat metabolisme yang lebih tinggi daripada mereka yang masih hidup hingga saat ini. Mereka mempunyai metabolisme rendah atau lamban tampaknya lebih mungkin bertahan hidup.

"Mungkin dalam jangka panjang, strategi evolusi terbaik untuk hewan adalah menjadi lamban. Semakin rendah tingkat metabolisme, semakin mungkin spesies akan bertahan hidup," jelas Bruce Lieberman, ahli biologi evolusi. Peneliti menilai jika studi yang dilakukan tersebut mempunyai implikasi penting untuk memperkirakan spesies mana yang berkemungkinan besar akan punah dalam waktu dekat, terutama dalam menghadapi perubahan iklim yang selalu akan mengejutkan.

"Meski ada begitu banyak faktor yang bakal mempunyai peran, akan tetapi ada potensi kepunahan lantaran metabolisme. Dengan metabolisme yang lebih tinggi, spesies lebih mungkin untuk punah. jadi ini akan meningkatkan pemahaman kita mengenai mekanisme yang mendorong kepunahan dan membantu kita lebih menentukan kemungkinan spesies akan punah," ucap Strotz lagi.

Tim juga menemukan jika tingkat metabolisme yang tinggi adalah indikator kepunahan yang lebih baik, terutama kala spesies terbatas pada habitat yang lebih kecil.

"Ukuran luasan adalah komponen penting dari kemungkinan kepunahan, dan spesies yang distribusinya sempit sekaligus mempunyai metabolisme tinggi tampaknya jauh lebih mungkin untuk punah," tambah Strotz.

Kemudian, peneliti akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan sejauh mana tingkat metabolisme mempunyai pengaruh pada tingkat kepunahan hewan lain.
KLIK DISINI UNTUK KOMENTAR Disqus