Breaking

Monday, January 25, 2016

10 Alasan Pria Memutuskan Sebuah Hubungan

10 Alasan Pria Memutuskan Sebuah Hubungan

Ada beberapa alasan pria akhirnya memutuskan hubungannya yang sudah lama terjalin. Tentu tidak semua alasan ini sesuai dengan setiap perpisahan dan tidak berlaku untuk setiap perempuan, tapi banyak orang yang datang dengan alasan yang sama.

1. Tidak Mendengarkan
Ketika pria mengatakan sesuatu, berikan dia kesempatan untuk berbicara. Dengarkan apa yang ingin dikatakannya. Terkadang masalahnya, pria yang ingin mengakhiri hubungan merasa tidak tahu apa yang ingin dibicarakannya. Tidak selalu benar, tapi saya berpendapat. Kita tidak tahu apa yang terjadi sesungguhnya.

2. Lebih Mendengarkan Teman
Kebutuhan seorang perempuan mengenai sebuah persahabatan sangat bisa dipahami. Pergi malam hari dengan teman di luar kesepakatan. Tapi ketika Anda sudah mulai memberikan izin sahabat perempuan pasangan Anda masuk dalam hubungan Anda, Ini yang akan menjadi sebuah masalah. Anda akan berpikir jika pasangan Anda sudah mulai memiliki pikiran sendiri saat dia keluar dengan teman - temannya. Anda harus berbicara dengan sahabat perempuan pasangan anda, tapi harus berhati - hati ketika memutuskan untuk berbicara kembali.


3. Hubungan Bukan Ikatan Keluarga
Bukan inginnya terus harus jauh dari keluarga, ini adalah masalah hubungan, bukan masalah penculikan. Bagaimanapun juga, jika Anda sudah cukup umur untuk meninggalkan rumah dan bisa menjaga diri, maka akan banyak pertanyaan yang akan muncul pada Anda. Jika Anda menceritakan pada ibu dan saudara anda tentang alasan dan perselisihan, jangan berpikir bahwa mereka tidak akan menyukai.

4. Tidak Harus Bersama
Anda tidak harus selalu pergi bersama ke setiap tempat dengan pasangan. Buatlah waktu yang di khususkan untuk bersama. Setiap orang punya rasa suka dan tidak suka sebelum bertemu. Anda bisa melakukan hal ini sendiri atau bersama teman - teman, itu yang paling bagus. Jangan coba membawa pasangan Anda bersama jika itu tidak akan memberi arti apa - apa. Tapi Anda dan teman - teman harus bicara. Pasangan Anda tidak ingin duduk dan mendengarkan pembicaraan tentang rambut, kuku, mode. Tidak ada pria yang tertarik.

5. Sebuah Hubungan Atau Penjara ?
Jangan berharap pasangan Anda akan mendapatkan penjelasan tentang di mana dia sepanjang hari, bersama siapa. Seperti petugas pemeriksa yang sedang memantau dan memberi laporan apa yang telah di kerjakan. Hubungan seharusnya memiliki kepercayaan lebih dari itu. Jika pria merasa tidak dipercaya, dan dia merasa belum melakukan sesuatu yang layak, maka jangan berharap terlalu banyak untuk memilikinya. Ini berlaku terutama bagi orang yang memiliki banyak rasa tidak aman.

6. Kemandirian Yang Terbaik
Ego, ketidaknyamanan pria. Tidak ada mau mengakui bahwa perempuan rasanya tidak lebih dari sekedar hubungan suami istri. Jika Anda terus mengatakan pada pasangam bahwa Anda bisa melakukan semuanya sendiri, maka apa yang Anda butuhkan dari dia ? Kedengarnya memang sangat dangkal. Anda harus memiliki ego untuk bisa mendapatkan yang lebih baik.

7. Terlalu Mandiri Bukan Hal Yang Terbaik
Anda jangan berpikir harus memilih antara poin 6 atau 7, tapi harus seimbang. Seperti kita menginginkan seorang perempuan dewasa yang dapat menangani bisnis, tapi masih memberikan tempat bagi pasangannya untuk mengisi hidupnya. Anda bukan anak kecil, dan kami tidak berharap menjaga Anda atau mengurus Anda seperti itu. Jika Anda datang ke pria untuk setiap hal, dan tidak bisa membuat solusi atau keputusan, suatu hari dia mengambil keputusan dan tidak akan kembali.

8. Jangan Selalu Beranggapan Semuanya Baik ?
Bukan bermaksud mengacaukan kemesraan Anda bersama pasangan, tapi ada beberapa alasan. Apakah pasangan Anda selalu benar ? Bukan berarti menyepelekan atau memperlakukannya seperti dewa yang terus menerus menjaga auranya. Tidak satu orang pun yang mau dikritik. Para psikolog menyebutkan "dukungan positif." Pria menyebutnya "memberi kami istirahat."

9. Tidak Ada Masa Depan Dalam Masa Lalu
Semua orang pernah membuat kesalahan. Masalahnya, bagaimana belajar dari kesalahan, jangan hidup di dalamnya. Jika pasangan Anda melakukan kesalahan, dan Anda memaafkannya, maka lakukan. Jangan terus menerus membawanya dan mengganggu pikiran Anda. Jika Anda terus membesar - besarkan masa lalunya, Bersiaplah untuk berbicara tentang masa lalu pasangan Anda dengan penuh ketegangan ( Di JAMIN ).

10. Teman Dia Tidak Akan Menjadi Teman Anda
Di tahu teman - temannya sebelum kenal Anda, tahu siapa mereka. Jika satu atau lebih dari teman - temannya pernah punya hubungan dekat, dia sudah siap. Anda tidak harus mengingatkannya tentang itu. Jika Anda terus berkomentar negatif, apa yang Anda lakukan sebenarnya memperlihatkan ketidakamanan. Bahasa lebih halusnya, ekspresi kekurangpercayaan diri. Jika dia dengan Anda semua berjalan benar, Jangan biarkan temannya mengambil tindakan yang mempengaruhi hubungan.


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact