Breaking

Tuesday, August 16, 2016

Ada Apa Di Masjid Agung Banten, Mengapa Saat Liburan Dihujani Pengunjung

Ada Apa Di Masjid Agung Banten, Mengapa Saat Liburan Dihujani Pengunjung

Mungkin suatu saat nanti Masifan.com ingin sekali mengulik - ulik mengenai sejarah dari Masjid Agung Banten yang dikala sedang musim liburan selalu dipenuhi dengan para pengunjung. Rupa - rupanya selain menyajikan panorama yang apik pada bangunan Masjid, pengunjung juga berziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanuddin serta 14 makam garis keturunannya. Konon, warga sekitar menyebutnya sebagai makamnya para leluhur.

Masjid Agung Banten merupakan masjid tertua di Indonesia yang penuh dengan nilai sejarah. Bahkan, di musim liburan Lebaran lalu, Masjid ini padat dipenuhi pengunjung dari berbagai kota, Banyak Masyarakat mengaku jika Masjid Tua itu sangat memberikan banyak pengetahuan yang luas. Terutama dalam sejarahnya.

Masjid Agung Banten ( Foto @wikipedia )

"Tentu saja jika Masjid Agung Banten ini dimasukan dalam pilihan wisata liburan Anda di kala musim liburan akan sangat bisa menambah wawasan mengenai sejarah Anda terlebih - lebih jika Anda mengajak anak - anak Anda juga jadi tidak hanya sedekar berwisata saja. tetapi juga ada sebuah pelajaran sejarah didalamnya."

Masjid Agung Banten ini memang sangat ramai dikunjungi oleh para peziarah. Bahkan ada yang datang dari Jawa. Menaranya yang berbentuk mercusuar membuat Masjid ini memiliki ciri khas tersendiri. Dari jauh saja sudah tampak menaranya. Berdasarkan dari penuturan si pengelola Masjid bernama Sibli, pengunjung yang datang bisa mencapai 50 ribu orang dari pagi hingga sore hari. Memang mayoritas pengunjungnya dari Banten, akan tetapi juga tidak sedikit yang datang dari Jakarta dan juga Jawa.

"Pengunjung juga berziarah ke makam Sultan maulana Hasanudin," Terang Sibli salah satu pengelola Masjid Agung Banten ini.

SYAWALAN MENJADI TRADISI YANG SANGAT MENARIK
Tidak hanya berziarah, para wisatawan juga bisa berziarah ke-14 makam lain yang merupakan keturunan dari Sultan banten di Area Masjid Agung. Terlebih lagi saat bulan Syawal.

"Pengunjung datang seminggu paska Lebaran. Tradisi ini memang sudah menjadi tradisi turun - temurun untuk mendoakan para leluhurnya,"

SEDIKIT SEJARAH MENGENAI MASJID AGUNG BANTEN
Masjid ini dibangung kali pertama oleh Sultan Mualana Hasanuddin (1552-15570), Sultan pertama dari kesultanan Banten. Ia adalah putra pertama dari Sunan Gunung Jati. Salah satu kekhasan yang tampak dari Masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda Cina yang merupakan karya arsitek Cina yang bernama Tjak Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.

Di masjid ini juga terdapat kompleks pemakaman sultan - sultan Banten serta keluarganya, yaitu makan Sultan maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara, di sisi utara serammbi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin, dan lainnya.

Masjid Agung Banten juga memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti masjid ini. Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur Belanda Kuno, bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel. Biasanya, acara - acara seperti rapat dan kajian Islami dilakukan di sini. Sekarang bangunan ini digunakan sebagai tempat menyimpan barang - barang pusaka.

Menara yang menjadi ciri khas Masjid Banten terletak di sebelah timur Masjid. Menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 mter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter.

Untuk mencapai ujung menara, ada 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang.


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact