Breaking

Friday, January 6, 2017

Mendidik Anak Dengan Sebungkus Permen

Mendidik Anak Dengan Sebungkus Permen

Mendidik anak bisa melalui media apa saja. Dari sebungkus permen pun, orangtua bisa mendidik anak untuk belajar banyak hal, termasuk soal mengerahkan upaya sesuai kemampuan diri. Ketika upaya sudah optimal, mentok, barulah ia mencari bantuan kepada orang tuanya.

Apa yang bisa diberikan dari sebungkus permen ? Kalau pertanyaan tersebut diajukan kepada seorang pengasuh anak tentu saja jawabannya akan sangat beragam.

"Kalau kita melihat permen, identik dengan manis, warna - warni, sakit gigi, nikmat, dan lain sebagainya. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa lewat sebutir permen kita dapat mendidik anak ?"

Pembungkus Permen ( Foto @diary mas ifan )

Rupanya ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk mendidik anak dari sebungkus permen. Kisah seorang ibu mempunyai dua anak pernah mengalami sebuah kejadian yang cukup menginspirasi.

Kala itu, Anak pertamanya meminta bantuan untuk dirinya untuk membukakan bungkus permen sampai tiga kali. Kala itu anak pertama datang ketiga kalinya, Sang ibu pun lantas teringat akan kesalahan dirinya.

AJARKAN DULU

Setelah menyadari kesalahannya, Sang Ibu lantas mengajarkan kepada putra pertamanya itu bagaimana cara membuka bungkus permen. Setelah anak diajarkan dan bisa membuka bungkus permen sendiri, orangtua hendaknya memberikan pujian.

"Di sisi lain, dari tindakan itu, ada pesan yang bisa disampaikan orangtua kepada anak. Bahwa lain kali, sebelum meminta tolong orang lain untuk membukakan bungkus permen, mereka harus terlebih dahulu berusaha,"

Dari pelajaran itu, orangtua menanamkan mental berusaha kepada anak dalam melakukan segala hal. Dengan begitu, anak akan mengerti pentingnya berupaya dengan optimal.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika usai diajarkan membuka bungkus permen, anak datang lagi ke orangtua untuk minta dibukakan ? Orangtua sebaiknya tidak langsung menghakimi. Lihat terlebih dahulu apa penyebabnya.

Bisa jadi permen memang sudah lengket pada pembungkusnya, sehingga menjadi sulit dibuka. Bukan hanya anak yang tidak bisa membukanya, orangtua pun mengalami kesulitan serupa.

Cara tersebut, dengan tidak menghakimi anak karena tak bisa membuka bungkus permen, secara tidak langsung akan memberi kesempatan kepada mereka untuk mencari orangtuanya ketika ada masalah yang dihadapi. "Kalau orangtua tidak menempatkan diri menjadi orang pertama yang dicari oleh anak saat mereka menghadapi masalah, lingkungan yang akan mengambil mereka."

Semoga postingan ini bisa menjadikan inspirasi & pelajaran bagi kita semuanya ya sobat diary mas ifan jangan lupa untuk dibantu dishare juga ya.


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact