Breaking

Saturday, April 8, 2017

Di Kala Ibu Sakit, Doa Dan Cinta Seorang Anak Adalah Segalanya

Di Kala Ibu Sakit, Doa Dan Cinta Seorang Anak Adalah Segalanya

Pernahkah kita berpikir di kala dulu kita sakit, hanya ibulah yang memberikan perhatian penuh kepada kita? Ia mencarikan obat kemana - mana supaya kita sembuh, sehat dan bisa kembali cerita.

Kebaikan Ibu memang tidak ada duanya. Hingga usia Ibu semakin bertambah, tiada pula bertambah kebaikan kita kepadanya. dan hingga kini kerut diwajahnya terlihat kian menonjol, kitapun ogah memperhatikannya.

Sahabat, sebagai anak kita harus peduli. Kita harus berani menyatakan diri untuk merawatnya sampai akhir hayat menjemputnya. Jangan sampai di kala ia sakit justru kita berbuat seenaknya saja.

JANGAN PERNAH MENYINGGUNG PERASAANNYA

Ilustrasi Kasih Sayang Ibu Kepada Anaknya ( Foto @U-Report )

Bagi kita yang masih memiliki Ibu, bersikaplah manis dalam keseharian bersama Ibu kita. karena perasaan seseorang itu sangat peka terhadap apa yang tersirat. jadi sebagai anak kita harus berhati - hati menjaga sikap, jangan sampai tanpa kita ketahui, sikap kita telah menyinggung perasaan dan hati seorang Ibu.

Hal ini bisa saja terjadi ketika kita pulang kantor, terlalu lelah, sehingga kurang bahkan tidak kontrol diri, langsung memperlihatkan mimik muka yangt idak mengenakkan untuk dilihat oleh seorang Ibu. Untunglah bagi mereka yang tidak serumah dengan Ibu. Bagaimana kalau berada dalam satu atap dan situasi tersebut terus terjadi ? Alangkah merananya hati Ibu, melihat yang tersirat di wajah anaknya seolah tidak menyukai kehadirannya.

Seorang Ibu berhak untuk menerima dan melihat serta menyaksikan yang tersirat dari seorang anak, tanpa menimbulkan sesuatu yang tersirat. Begitu juga sikap kita terhadap orang lain. Penilaian tentang sikap kita bisa positif bisa juga negatif. Kalau menimbulkan image yang positif, tentu sangat menguntungkan bagi kita, tapi kalau yang muncul itu image yang negatif bisa - bisa kita dianggap tidak punya etiket dalam bergaul.

Agama Islam dan tabiat hati nurani manusia mengajarkan bahwa Ibu memang harus dihormati dan wajib berbakti kepada Ibu mengingat jasa Ibu yang tidak akan bisa terbalaskan. bahkan kita tidak akan bisa membalas jasa kebaikan Ibu sebagai orang tua kita walaupun kita berbuat baik dengan segala upaya kita.

Syaikh Muhammad bin Shahih Al-Utsaimin rahimahullah berkata, Seorang ibu lebih berhak untuk senantiasa dihormati sepanjang tahun, daripada hanya terhadap anak - anaknya untuk dijaga dan dihormati serta ditaati selama bukan dalam kemaksiatan terhadap Allah Swt. Di setiap waktu dan tempat.

SELALU MEMBUAT IBU TERSENYUM

Buatlah Ibu Anda Tersenyum Setiap Hari

"Seseorang datang kepada Rasulullah Shalallaahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Aku akan berbai'at kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis." Rasulullah Shalallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis." (HR. Abu Dawud).

Pernah kita membayangkan ketika dulu kita menangis, merengek minta dibelikan mainan oleh Ibu atau Bapak kita ? Namun mereka tidak menuruti keinginan tersebut lantas kita menangis. Bagaimana rasanya kala itu ? Perasaan kecewa pasti menggelayut di dada. Seakan bahwa orang tua kita tidak sayang lagi kepada kita.

Begitu juga yang dirasakan oleh orangtua kita, manakala mereka tidak bisa mendapatkan kebahagiaan dari kita. padahal mereka juga ingin melihat kita menjadi anak yang saleh dan taat kepada mereka. Dan Ibu yang dulu menjadi orang terdekat dan paling mengerti keadaan kita ingin sekali mendapatkan perhatian dan kasih sayang kita. Apalagi jika Bapak kita sebagai pasangan hidup Ibu sudah tiada. Tentu hanyalah kita sebagai anak harus mampu membuatnya tersenyum bahagia.

Sebagai orang yang dikaruniai akal dan perasaan, tentu kita tidak akan rela Ibu kita mengalami hal itu. Tentu kita akan melakukan sesuatu yang kira - kira menurut kita akan membuat hati dan perasaan Ibu menjadi senang kembali apapun bentuknya. Anehnya sering kita mendengar atau melihat dari media informasi seperti televisi atau surat kabar yang memberitakan tentang tindakan kriminal seorang anak kepada orang tuanya.

Sobat diary mas ifan, berbahagialah kita yang masih dikelilingi orang - orang tercinta. Berbahagialah ketika orangtua kita memohon bantuan kepada kita. Karena dengan begitu kita masih diberikan kesempatan untuk berbuat sesuatu yang bisa menyenangkan hati mereka dan itu adalah karunia yang tak ternilai harganya dan juga bagian dari ibadah.

JANGAN MEMBUAT IBU TERSINGGUNG DAN MARAH

Jangan Satu Kali Pun Membuat Ibumu Marah

Seandainya ada seorang anak yang durhaka kepada Ibunya, kemudian Ibunya tersebut mendoakan kejelekan, maka doa Ibu tersebut akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana dalam hadist Rasulullah Saw. bersabda : Artnya, "Ada tiga doa yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala yang tidak diragukan tentang doa ini : (1) doa kedua orang tua terhadap anaknya, (2) doa musafir - orang yang sedangd alam perjalanan,- (3) doa orang yang dizahlimi." (HR. Al-Bukhari).

Jika seorang Ibu meridhai anaknya, dan doanya mengiringi setiap langkah anaknya, niscaya rahmat, taufik dan pertolongan Allah akan senantiasa  menyertainya. Sebaliknya, jika hati seorang Ibu terluka, lalu ia mengadu kepada Allah, mengutuk anaknya. Cepat atau lambat, si anak pasti akan terkena doa ibunya.

Maka sebagai anak kita harus pandai menjaga sikap, jangan sampai terucap dari lisan ibu kita doa melainkan kebaikan dan keridhaan untuk kita. akrena Allah mendengarkan doa seorang Ibu dan mengabulkannya. dan dekatkanlah diri kita pada sang Ibu, berbaktilah selagi masih ada waktu.

BERSIKAP ARIF SAAT TERJADI PERBEDAAN

Jangan Merasa Sok Pintar Saat Berbeda Pendapat Dengan Ibu

Perbedaan pendapat, pastilah akan terjadi dalam hidup ini. Mengapa ? Karena kita memang terlahir dengan segala perbedaan dengan orang lain, bahkan dengan orang terdekat, seperti orang tua.

Apakah kita pernah berpikir tentang beberapa fakta orangtua yangs elama ini membesarkan kita ? Mungkin, selama ini kita seringkali berpikir orangtua kita tidak sayang pada kita hanya karena kita merasa mereka tak selalu menuruti apa yang kita mau, mengamini permintaan kita atau malah lebih sering bertengkar dengan orangtua kita ?

Dalam benak orangtua, anak - anaknya selalu anak kecil itulah makanya terkadang atau bahkan seringnya mereka tidak mempercayai kita untuk melakukan hal - hal besar atau membuat keputusan, sebagai anak kita seringnya salah paham dengan hal ini. Kita berpikir orang tua kita meragukan kemampuan kita padahal buat mereka kita ini tetap anak kecil yang memang harus ada dalam perlindungannya. Bahkan, saat kita sudah berprestasi pun mereka akan tetap bilang bahwa anak kecilnya sangat hebat dan membanggakan.

Banyak hal yang membuat kita salah paham dengan kata - kata mereka, tapi saat kita menyelami tatapan matanya kita akan dibuatnya menangis dan memeluk mereka erat. Di mata Ibu tersimpan cinta yang tulus, tatapannya penuh dengan perhatian yang tulus.

Ibu kita mungkin tak berpendidikan setinggi kita, namun percayalah pengalamannya lebih banyak dari kita, semua yang dia larang itu tidak lebih dari bentuk kekhawatiran mereka terhadap kita. Janganlah kita merasa sok pintar hanya mentang - mentang sekarang kita sukses, pintar.

Saat ingin berkata keras pada ibu kita hanya karena suatu perbedaan pendapat, cobalah kita tatap matanya, dari sana coba selami perasannya, pastilah kita akan bisa membaca perasaannya yang begitu dalam.

Sekali kali kita harus bijak dalam menghadapi perbedaan dengan orang tua kita, khususnya kepada Ibu kita. Karena sikap bijak dalam Islam dikenal dengan Akhlak, yang berarti tabiat atau sifat. Jangan sampai kita memiliki sifat yang buruk kepada Ibu kita.

Tentu saja akhlak itu mempunyai dan meliputi cakupan yang sangat luas. Dari hal yang terkecil hingga yang paling besar, dari hal yang remeh hingga hal yang penting.

Islam mengajarkan agar kita menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda. Menghormati dalam hal berkata santun dan ramah ketika berkomunikasi dengannya, menggunakan bahasa yang pas saat menjawab pertanyaan darinya, mendahulukannya saat makan bersama, mengutarakan pendapat, dan semua hal yang menjadi tata krama.

Diterangkan dalam sebuah hadist dari Ibnu al-Sarh, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda " Artinya, "Siapa yang tidak menyayangi orang yang kecil di antara kami dan tidak mengerti hak orang yang lebih besar di antara kami, maka ia bukan dari golongan kami." (HR. Abu Daud).

Seorang anak menghormati Ibunya menjadi suatu hubungan timbal balik yang akan melahirkan mahabbah (kecintaan dan sayang). Karena sikap berkasih sayang adalah buah dari taatnya seorang hamba dalam mengamalkan perintah Allah dan Rasul-Nya. Ia menjadi tanda jiwa yang bening dan hati yang bersih. Dalam mengerjakan kebaikan, mengerjakan amal saleh, menjauhi keburukan, dan menghindari kerusakan, orang muslim selalu berada dalam hati yang bersih dan jiwa yang baik. Barangsiapa keadaannya seperti itu, maka sifat kasih sayang tidak berpisah dengan hatinya.

Sifat rahmah atau kasih sayang akan menumbuhkan sikap untuk saling memberi nasehat, baik dalam hal tarhib wa targhib (anjuran dan peringatan). Karenanya, seorang anak yang baik tidak rela jika Ibunya berada dalam kesesatan, kesyirikan, khurafat dan penyimpangan lainnya. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, yang Artinya, "Wahai orang - orang yang beriman ! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS. Al-Tahrim [66]:6).

MENYAYANGINYA SEPENUH HATI SEPERTI WAKTU KECIL IA MENYAYANGI KITA

Sayangilah Orang Tua Anda Dengan Sepenuh Hati

Penghormatan kepada kedua orang tua, tentu ada ragam bentuknya, Diantaranya berbuat baik, mendoakan dan memenuhi keinginan mereka, atau mentaati perintah mereka. Jika seorang anak tidak melakukan penghormatan, maka ia disebut anak durhaka. Ini merupakan dosa besar yang diancam masuk neraka. 

Dalam suatu hadits disebutkan : "Diantara dosa - dosa besar adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh dan menyatakan sumpah palsu." (HR. Bukhari).

Seperti diketahui bahwa kasih sayang ibu di kala kita kecil dulu kepada kita begitu besar, hampir 100% perhatiannya hanya untuk kita, maka dari itu kita wajib membelas menyayangi beliau seperti mana ketika beliau menyayangi kita di waktu kecil.

MERAWAT SEPERTI DULU IA MERAWAT KITA SAAT MASIH BAYI

1 Ibu Bisa Mengasuh 10 Anak, Akan Tetapi 10 Anak Belum Tentu Bisa Merawat 1 Ibu

Tidak ada ruginya jika kita diberi kesempatan untuk merawat Ibu kita di kala beliau sudah lanjut usia. Pengorbanan beliau terhadap kita yang dilahirkan sangat berarti sekali dalam kehidupan kita. Pengorbanan tersebut idak pernah akan terbalaskan oleh kita sebagai anaknya, meskipun dengan harta yang berlimpah yang diberikan kepadanya oleh anak - anaknya.

Namun kenyataan yang kerap kita jumpai adalah ketika anak merawat orang tua yang sakit mereka selalu mengeluh dan seperti tidak sangguh, padahal di kala mereka bayi dulu orang tua tidak pernah mengeluh sedikitpun atas apa pun yang ia lakukan untuk anaknya.

Begitulah kenyataan yang kerap dijumpai perilaku atau sikap seorang anak kepada orang tua mereka di kota - kota besar. Perhatian dan kasih sayang kepada orang tua tentu bukan melalui orang lain (suster atau PRT) akan tetapi langsung harus dari tangan kita.

Yuk, Dibantu Dishare Ya Sobat diary mas ifan semoga postingan ini bisa menjadikan kita lebih sayang lagi kepada orang tua kita semuanya. Amin


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact