Breaking

Friday, June 30, 2017

Rowland Hill Penemu Prangko Modern

Rowland Hill Penemu Prangko Modern

Prangko menjadi salah satu syarat wajib apabila kita hendak mengirim surat via pos. Jika tidak menyertakan prangko, niscaya surat kita tidak akan pernah sampai ke alamat tujuan. Prangko juga yang menentukan cepat atau lamanya waktu pengiriman surat karena tiap - tiap jenis prangko punya nilai tersendiri. Bentuk prangko sendiri adalah secarik kertas berperekat yang ditempelkan pada amplop surat, kartu pos, atau benda pos lainnya.

Menurut makna harfiahnya, prangko adalah tanda pembayaran biaya pos yang biasanya berupa kertas persegi bergambar. Dengan demikian, prangko berguna sebagai tanda bukti bahwa si pengirim sudah melakukan pembayaran untuk jasa layanan pos. Tiap - tiap negara merasa perlu menerbitkan prangko sendiri. Biasanya, gambar yang digunakan untuk prangko adalah gambar para tokoh bangsa, ikon pariwisata, ikon budaya, flora dan fauna khas negara itu, dan lain sebagainya.

Rowland Hill Penemu Prangko Modern ( Foto @ProfilBos.com )

Selain memiliki fungsi utama untuk urusan pos, prangko juga menjadi barang koleksi yang unik dan menarik gaes. Kegiatan mengumpulkan dan mengoleksi prangko dikenal dengan istilah filateli. Para kolektor prangko seringkali memburu prangko dari banyak negara di dunia, terlebih lagi jika prangko itu memiliki nilai seni dan historis.

Tokoh terkemuka asal Britania Raya, Rowland Hill, yang nantinya menyandang gelar kebangsawanan sir dari Kerajaan Inggris, adalah orang yang dipercaya telah menemukan prangko alias pencipta secarik kertas bergambar yang unik itu. Dilahirkan di Kidderminster, Inggris, pada 3 Desmeber 1795, Rowland Hill berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya berprofesi sebagai seorang guru yang seringkali berada dalam situasi yang tidak menguntungkan karena kacaunya kondisi perpolitikan di Inggris akibat terlibat peperangan dengan Prancis.

Memasuki dekade ketiga abad ke-19, Inggris menerapkan sejumlah peraturan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Salah satunya adalah kebijakan tentang pengiriman surat. Orang-orang yang berkecimpung di pemerintahan mendapat hak khusus, mereka diperbolehkan mengirim surat sebanyak-banyaknya tanpa dikenai ongkos sedikit pun. Namun, tidak demikian halnya dengan penerima surat yang harus merogoh kocek yang tidak sedikit untuk mengganti biaya pengiriman surat itu.

Ketidakadilan ini mengusik Rowland Hill untuk memikirkan cara yang lebih baik dan lebih bijak dalam persoalan kirim-mengirim surat. Pada 1837, atau ketika Hill memasuki usia 42 tahun, ia memberikan usulan kepada Parlemen Inggris dalam upaya perbaikan sistem pos yang agak kacau selama ini. Hill mewancanakan mengenai mekanisme bayar sebelum kirim dalam risalah yang ditulisnya dengan mengangkat judul "Reformasi Kantor Pos".

Hill menerangkan bahwa ongkos pengiriman surat sebaiknya dibayar terlebih dahulu oleh si pengirim sebelum surat dikirimkan. Usulan Hill ini dimaksudkan demi meringankan beban orang yang menerima surat karena seringkali mereka menolak membayar tagihan pengiriman surat seperti yang terjadi selama ini.

Awalnya, usulan Hill tersebut tidak digubris oleh pihak Parlemen. Hill pun sabar menunggu sembari terus mewacanakan usulannya tersebut melalui berbagai cara. Kegigihan Hill membuahkan hasil. Parlemen akhirnya mengiyakan saran Hill tersebut pada 1840. Atas usul Hill, mulailah dibuat tanda bukti pembayaran pengiriman surat yang kemudian dikenal sebagai prangko.

Prangko pertama yang beredar di Inggris ada dua jenis prangko yang masing-masing disebut dengan nama The Black Penny dan The Blue Penny, keduanya bergambar Ratu Inggsi yang bertakhta pada saat itu, yakni Ratu Victoria. Sejak tanggal 1 Mei 1840, kedua jenis prangko ini mulai tersedia di Dinas Jawatan Pos yang kemudian di distribusikan ke seluruh cabang kantor pos yang ada di Inggris. The Black Penny dijual dengan harga 1 penny, sedangkan The Blue Penny dibanderol dengan harga 2 penny

Kebijakan mengirim surat dengan menggunakan prangko ini ternyata cukup disukai oleh banyak kalangan. Nama Hill pun turut terangkat. Pada 1846, Hill ditunjuk sebagai sekretaris Postmader General di Dinas Pos Inggris. Selanjutnya, ia dipercaya untuk menduduki jabatan bergengsi sebagai Sekretaris Perusahaan Jawatan Pos Inggris selama kurun 1854-1856.

Pihak kerajaan pun berkenan menganugerahi Hill dengan gelar kebangsawanan atas semua jasanya. Tercatat, Hill telah menyandang gelar knight dan sir sebagai wujud apresiasi Kerajaan Inggris terhadap segenap sumbangsihnya terhadap negara. Pada 27 Agustus 1879, Rowland Hill wafat di Hampstead, Inggris, dan dimakamkan dengan upacara khusus serta dihadiri oleh keluarga kerajaan serta kaum bangsawan di Inggris.


Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact